Januari 21, 2016

Keutamaan Adzan yang Begitu Mengagumkan

           


              Adzan merupakan panggilan shalat bagi umat Islam ketika tiba waktu-waktu shalat, adzan dikumandangkan sebanyak lima kali dalam sehari. Adzan yang memang kerap kali terdengar menjadikan amalan ini seakan merupakan amalan biasa saja yang tidak memiliki keistimewaan. Padahal nilai keutamaan adzan begitu besar dan mengagumkan berikut ini beberapa keutamaan adzan yang menunjukkan amalan ini memiliki fadhilah yang begitu mengagumkan:
Perkataan yang terbaik
Hal ini berdasarkan firman Allah ta'ala dalam Al-Qur`an Al-Karim. Allah ta'ala telah berfirman memuji para mu`adzin:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri?."(QS. Fushilat: 33)
Menurut pendapat sebagian ahli tafsir bahwa maksud dari ayat tersebut adalah ditujukan kepada para mu`adzin, demikian pendapat ‘Aisyah, Ibnu Umar juga  Ikrimah dan lainnya. Hal ini sebagaimana diungkapkan Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat tersebut. [Tafsir Al-Qur`an Al-‘Azhim 7/180].
Betapa besar pahala adzan
Para mu`adzin mendapatkan pahala yang sangat besar, begitu besarnya pahala tersebut sampai-sampai sekiranya manusia mengetahui besarnya pahala tersebut, tentu mereka akan saling berlomba-lomba untuk itu dan bahkan jika mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali harus dengan cara diundi, tentu mereka akan melakukannya.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah bersabda: "Seandainya manusia  mengetahui betapa besar pahala dalam adzan dan menempati saf pertama (di waktu shalat) kemudian mereka tidak menemukan jalan untuk memperolehnya melainkan dengan cara mengadakan undian, niscaya mereka akan melakukan undian itu. Juga seandainya manusia mengetahui betapa besar pahalanya bersegera ke masjid, niscaya mereka akan berlomba-lomba untuk itu. Demikian pula seandainya mereka mengetahui betapa besar pahalanya shalat Isya dan shalat Subuh (dengan berjamaah), niscaya mereka akan mendatangi kedua shalat itu, sekalipun dengan cara merangkak." [Muttafaq 'alaih]
Mu`adzin adalah orang yang paling panjang lehernya di hari kiamat
Dari Mu'awiyah ra, dia berkata: "Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: "Para mu`adzin adalah orang yang paling panjang lehernya pada hari kiamat." [HR. Muslim]
Imam An-Nawawi dalam mengomentari hadits ini mengatakan: “Para ulama salaf dan khalaf berbeda pendapat dalam memaknai hadits tersebut. Pertama, para mu`adzin adalah orang yang paling berpeluang mendapat rahmat Allah. Kedua, mereka  adalah orang yang mendapat pahala melimpah. Ketiga, ketika manusia tenggelam dengan keringat mereka pada hari kiamat, para mu`adzin tidak mengalaminya karena panjangnya leher mereka. Keempat, mereka adalah orang yang paling bahagia pada hari kiamat. Kelima, Ibnul ‘Arabi mengatakan, “Para mu`adzin adalah orang yang terbanyak amalannya.” Keenam, Qodhi Iyadh mengatakan, “Para mu`adzin adalah orang yang paling dahulu masuk surga.” Wallahu a’lam [Syarh Shahih Muslim, 2/113]


Mua`dzin mendapat saksi dari siapa saja yang mendengar suara adzannya
Demikianlah yang disebutkan dalam sebuah hadits dari Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Sha'sha'ah  bahwasanya Abu Said Al-Khudri ra berkata padanya: "Sesungguhnya saya melihat engkau suka sekali pada kambing dan daerah pedalaman (tempat pengembalaan), maka jikalau engkau berada di tempat kambingmu atau di daerah pedalaman, lalu engkau mengumandangkan adzan untuk shalat, maka keraskanlah suara adzanmu itu, karena sesungguhnya tidaklah jin, manusia atau sesuatu apa pun yang mendengar suara mu`adzin itu, melainkan ia akan menjadi saksi untuknya pada hari kiamat." Abu Said berkata: "Saya mendengar yang sedemikian itu dari Rasulullah " [HR. Bukhari]
Mua`dzin mendapat ampunan sejauh suara adzannya
            Diantara keutamaan besar bagi mu`adzin adalah ia akan mendapat ampunan sejauh suara adzannya. Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Umar ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Mu`adzin mendapat ampunan sejauh suara adzannya, dan memohonkan ampun baginya segala sesuatu baik yang kering maupun yang basah yang mendengar suara adzannya. [HR. Ahmad dan Ath-Thabrani, shahih] riwayat Ath-Thabrani terdapat tambahan lafazh, “Dan baginya pahala orang-orang yang shalat bersamanya.”
                Rasulullah saw juga pernah berdoa bagi para mu`adzin: “Imam itu bertanggungjawab. Sementara mu`adzin menjadi kepercayaan umat manusia. Ya Allah, berilah petunjuk kepada para imam dan berilah ampunan kepada para mu`adzin.” [HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Khuzaimah shahih]
Adzan dapat mengusir setan
Setan lari ketika mendengar suara adzan.  Rasulullah bersabda saw: "Jikalau adzan untuk shalat dikumandangkan, maka larilah syaitan sambil mengeluarkan kentut, sehingga ia tidak mendengar lagi suara adzan tersebut. Selanjutnya jikalau adzan sudah selesai, maka ia datang lagi, sehingga apabila dikumandangkan iqamat, maka setan kembali berlari, kemudian iqamat telah selesai setan kembali datang sehingga ia menyelinap masuk pada hati seseorang seraya berkata: "Ingatlah ini dan ingatlah itu," yaitu sesuatu yang tidak diingatnya sebelum ia melaksanakan shalat, hingga seseorang tidak lagi ingat, sudah berapa raka`at ia shalat." [Muttafaq 'alaih]
Keutamaan menjawab adzan dan berdo’a setelah adzan
Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash ra bahwasanya ia mendengar Rasulullah saw bersabda: "Jikalau engkau mendengar kumandang adzan, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan oleh mu`adzin, kemudian bacalah shalawat untukku, karena sesungguhnya barangsiapa yang membaca shalawat untukku sekali, maka Allah akan memberikan shalawat padanya sepuluh kali, selanjutnya mohonlah wasilah kepada Allah untukku, sebab sesungguhnya wasilah itu adalah suatu tingkat dalam syurga yang tidak patut diberikan melainkan kepada seseorang hamba dari hamba-hamba Allah, dan saya berharap agar sayalah hamba tersebut. Maka barangsiapa yang memohonkan wasilah untukku, ia berhak mendapatkan syafa’atku." [HR. Muslim]
Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda, "Jikalau engkau mendengar kumandang adzan, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan oleh mu`adzin." [Muttafaq 'alaih]
Dari Jabir bahwasanya Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang berdoa setelah mendengarkan adzan:
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
"Ya Allah Rabb Pemilik seruan yang sempurna ini, serta Pemilik shalat yang akan didirikan ini, berikanlah kepada Muhammad wasilah dan keutamaan, bangkitkanlah ia pada kedudukan yang terpuji yang telah Engkau janjikan," maka ia berhak memperoleh syafaatku pada hari kiamat." [HR. Bukhari]
Dari Said bin Abi Waqqash ra dari Nabi saw bahwasanya beliau bersabda: "Barangsiapa yang ketika selesai mendengarkan adzan mengucapkan:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا
"Aku bersaksi bahwasanya tiada ilah yang berhak disembah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagiNya dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Aku ridha Allah sebagai Rabb, Muhammad sebagai rasul, dan Islam sebagai agama." maka diampunilah dosanya." [HR. Muslim]



Bagaimana menjawab adzan?
Disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Umar bin Khatab ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Apabila mu`adzin mengucapkan Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. maka kalian ucapkanlah Allahu Akbar.. Allahu Akbar.., apabila ia mengucapkan: asyhadu ala illaha illallah..maka ucapkanlah asyhadu ala illaha illallah.., apabila mu`adzin mengucapkan asyhadu anna Muhammad rasulullah.., maka ucapkanlah asyhadu anna Muhammad rasulullah.. apabila mu`adzin mengucapkan hayya ‘alash shalah, maka ucapkanlah laa haula walaa quwwata illa billah..,apabila mu`adzin mengucapkan hayya ‘alal falaah.., maka ucapkanlah laa haula walaa quwwata illa billah.., apabila mu`adzin mengucapkan: Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. maka ucapkanlah: Allahu Akbar.. Allahu Akbar.., apabila mu`adzin mengucapkan laa ilaha illallah.. maka ucapkanlah laa ilaha illallah.., barangsiapa yang mengucapkan demikian tersebut dari hatinya maka ia berhak masuk surga.” [HR. Muslim]
Doa antara adzan dan iqomah tidak akan tertolak
Termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa adalah waktu antara adzan dan iqomah, maka bagi hamba muslim yang memiliki kebutuhan kepada Allah ta'ala bisa memanfaatkan waktu tersebut berdoa memohon dan meminta kepada Allah Rabb Yang Maha Mengabulkan do’a.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda: "Doa antara adzan dan iqamah tidak akan tertolak." [HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, hadits hasan]
Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah saw, sahabat, dan keluarganya. Wallahu a’lam. (Ust. Abu Ilfa Dzakiy)

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Copyright © Ma'had 'Aly Tahfizhul Qur'an El-Suchary