November 29, 2011

.:: Keutamaan Bulan Muharram ::.


Alhamdulillah, kita memasuki bulan Muharram 1433 H, yang berarti mengawali tahun baru 1433 H dan meninggalkan tahun 1432 H. Kita bersyukur kepada Allah Ta’ala atas kesempatan hidup yang masih diberikan kepada kita. Semoga kita dapat melaksanakan risalah ibadah secara ikhlas dan benar. Dan semoga kita serta seluruh umat Islam di tahun ini lebih baik dari tahun yang lalu dan tahun yang akan datang akan lebih baik lagi daritahun ini.
    Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah. Empat bulan tersebut adalah, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
    "Sesungguhnya jumlah bulan di kitabullah (Al Quran) itu ada dua belas bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram" (QS. At Taubah: 36)
     Kata Muharram artinya 'dilarang'. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah.

Oktober 31, 2011

April 13, 2011

Mereka Ketakutan Pada Al-Quran


Muhammad Mustafa al-A'zami  
SPESIALIS penakluk tesis kaum orientalis. Predikat itu tepat disematkan pada sosok Prof. Dr. Muhammad Mustafa al-A'zami, 73 tahun, guru besar ilmu hadis Universitas King Saud, Riyadh, Arab Saudi. Popularitas A'zami mungkin tidak setenar Dr. Yusuf Qardlawi dan ulama fatwa (mufti) lainnya. Namun kontribusi ilmiahnya sungguh spektakuler.

Sumbangan penting A'zami terutama dalam ilmu hadis. Disertasinya di Universitas Cambridge, Inggris, ''Studies in Early Hadith Literature'' (1966), secara akademik mampu meruntuhkan pengaruh kuat dua orientalis Yahudi, Ignaz Goldziher (1850-1921) dan Joseph Schacht (1902-1969), tentang hadis. Riset Goldziher (1890) berkesimpulan bahwa kebenaran hadis sebagai ucapan Nabi Muhammad SAW tidak terbukti secara ilmiah. Hadis hanyalah bikinan umat Islam abad kedua Hijriah.

April 09, 2011

Dia Mencium Bau Surga (Kisah Nyata)

Di dalam sebuah hadits yang bersumber dari Abu Hurairah rhodiyallaahu ‘anhu, Rasululllah shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, " Ada tujuh golongan orang yang mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari naunganNya... diantaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melakukan ketaatan kepada Allah."
Dan di dalam sebuah hadits shohih yang berasal dari Anas bin an-Nadhr rhodiyallaahu ‘anhu, ketika perang Uhud ia berkata,"Wah .... angin surga, sunguh aku telah mencium wangi surga yang berasal dari balik gunung Uhud."
Seorang Doktor bercerita kepadaku, " Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaaan kritis sedang dirawat.

Ujian Seseorang Sesuai Kadar Agamanya

Saad bin Abi Waqqash berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah saw., 'Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya?' Nabi saw. menjawab, 'Para nabi, kemudian yang menyerupai mereka, dan yang menyerupai mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamanya tipis (lemah), dia diuji sesuai dengan itu (ringan); dan bila imannya kokoh, dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa'." (HR Bukhari)
Sesungguhnya ujian bagi seorang hamba itu berdasarkan agamanya. Jika agamanya kuat, ia akan diuji dengan ujian yang berat. Sebailknya, jika agamanya lemah, ia akan diuji dengan ujian yang ringan. Para rasul dan para nabi adalah orang-orang yang utama karena mereka mendapat ujian dari Allah sangat berat. Ujian yang mereka terima tidak akan sanggup dipikul oleh orang biasa (awam). Ketika berdakwah menyebarkan agama Islam, Rasululah saw. dituduh sebagai tukang sihir. Beliau difitnah dengan berbagai macam cara oleh orang-orang musrik kaum Quraisy. Orang-orang kafir membuat makar kepada Rasulullah, tetapi akhirnya Allah memenangkan agama Islam ini.

Maret 25, 2011

CUKUPLAH KEMATIAN SEBAGAI NASIHAT


Oleh: Abu Muhammad Al-Hawary*
Suatu hal yang pasti akan dijumpai oleh kita dan setiap orang adalah kematian. Siapapun dia, apapun kedudukannya pasti akan menghadapi kematian. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Qur`an surat Al-Anbiya ayat 25:
Artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan.” [Al-Anbiya: 25]

Maret 24, 2011

Keutamaan Menghafal & Berinteraksi dengan Al Qur`an

-->
Oleh: KH. Ahmad Thoha Husain Al-Mujahid
(Rois Ma'had 'Aly Tahfizhul Qur`an El-Suchary Purbalingga Jawa Tengah)


    Ada sekian banyak hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan kepada kita akan keutamaan dan kemuliaan menghafal & berinteraksi dengan Al Qur’an, diantaranya:

  1. Mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah SWT
Dari Umar bin Khattab r.a. bahwa Rasulullah SAW  bersabda,
إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكَلاَمِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ (رواه مسلم)
“Sesungguhnya Allah akan meninggikan (kedudukan) beberapa kaum dengan Al Qur’an dan akan merendahkan (kedudukan) kaum yang lain dengan Al Qur’an.” (H.R. Muslim)
  1. Dikategorikan sebagai orang yang baik secara lahir dan batin.
Dari Abi Musa Al Asy’ariy bahwa Rasulullah SAW bersabda,

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Copyright © Ma'had 'Aly Tahfizhul Qur'an El-Suchary